Industri Budaya dan Hegemoni Ideologi Kapitalis: Analisis Kritis Peran Media dalam Pembentukan Masyarakat Konsumtif
Keywords:
Hegemoni, Ideologi Kapitalis, Industri Budaya, Konsumerisme, Media MassaAbstract
Media massa dalam masyarakat kapitalis tidak dapat dipahami sebagai entitas yang netral. Dalam perspektif teori kritis, media berfungsi sebagai industri budaya yang berperan dalam menyebarkan dan melanggengkan ideologi kapitalis melalui produksi budaya yang terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sebagai instrumen hegemoni ideologi kapitalis dalam membentuk masyarakat konsumtif. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan Teori Kritis Mazhab Frankfurt. Hasil kajian menunjukkan bahwa media berkontribusi pada promosi konsumerisme, standarisasi budaya, serta pembentukan audiens yang pasif dan kurang kritis. Meskipun media juga memiliki potensi sebagai ruang perlawanan dan wacana alternatif, kekuatan industri budaya sering kali mengooptasi potensi tersebut. Oleh karena itu, literasi media kritis menjadi penting untuk membangun kesadaran sosial dan resistensi terhadap dominasi ideologi kapitalis.
References
Arviani, H. (2013). Budaya global dalam industri budaya: Tinjauan Mazhab Frankfurt terhadap iklan, pop culture, dan industri hiburan. https://doi.org/10.33005/JGP.V1I02.1993
Carmo, H. S. (2010). Trabalho, tempo livre e indústria cultural: Relações de fetiche e entretenimento. Ensino em Re-Vista.
Djukic, N. (2012). Social role of the media: Control of social reality.Politeia.https://doi.org/10.5937/POL1204229D
Kaptan, E., & Tutar, C. (2022). Tüketim toplumunun gündelik hayat etkinliklerinde nesneler sisteminin ideolojik işlevi. Etkileşim. https://doi.org/10.32739/etkilesim.2022.5.10.170
Kara, T. (2014). Kültür endüstrisi kavramı çerçevesinde medya ürünleri. The Turkish Online Journal of Design, Art and Communication. https://doi.org/10.7456/10401100/006
Kellner, D. (2007). Critical perspectives on television from the Frankfurt School to postmodernism. https://doi.org/10.1002/9780470997130.ch3
Lelo, T. V. (2021). A midiatização em perspectiva crítica. https://doi.org/10.1590/1982- 2553202148797
López, O. E. V., Rodríguez, L. M. R., & Gómez, Á. H. (2020). Revisitando la Escuela de Frankfurt: Aportes a la crítica de la mercantilización de los medios
Nascimento, J. (2022). Pessoas teleguiadas pelos meios de comunicação. Revista Ibero- Americana de Humanidades, Ciências e Educação. https://doi.org/10.51891/rease.v8i8.6646
Purwanti, A., & Suryaman, M. (2023). Consumptive ideology hegemony as a lifestyle in YouTube content. https://doi.org/10.33258/biolae.v5i3.1008
Rummert, S. (2013). A hegemonia capitalista e a comunicação de massa.https://doi.org/10.22409/movimento2002.v0i05.a20774
Sahanaya, C. (2025). Konstruksi identitas sosial melalui komunikasi di media digital. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i9.9378
Shidqi, R. M., & KN, J. (2024). Hypercommodification in Indonesian mass media.https://doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4136
Silva, A., et al. (2025). Consumo e conformismo. Revista Fisio & Terapia.https://doi.org/10.69849/revistaft/ni10202509092046
Szpilbarg, D., & Saferstein, E. A. (2014). El concepto de industria cultural como problema. Calle 14.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Data yang dimasukkan dalam situs jurnal ini akan digunakan hanya untuk tujuan yang telah dinyatakan dalam jurnal ini. Informasi tersebut tidak akan diberikan atau digunakan untuk kepentingan lain maupun oleh pihak lain di luar keperluan jurnal.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Data yang dimasukkan dalam situs jurnal ini akan digunakan hanya untuk tujuan yang telah dinyatakan dalam jurnal ini. Informasi tersebut tidak akan diberikan atau digunakan untuk kepentingan lain maupun oleh pihak lain di luar keperluan jurnal.

