Persepsi Lintas Budaya terhadap Festival Ohanami sebagai Ikon Pariwisata Jepang Studi Komparatif antara Masyarakat Jepang dan Wisatawan Indonesia
Keywords:
Ohanami, Budaya Jepang, Persepsi Lintas Budaya, Masyarakat Jepang, Wisatawan IndonesiaAbstract
Festival Ohanami merupakan tradisi budaya yang dilakukan masyarakat Jepang setiap musim semi untuk menikmati keindahan mekarnya bunga sakura. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian penting dari identitas budaya Jepang, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Dalam konteks pariwisata global, penting untuk memahami bagaimana makna budaya dari tradisi ini dipersepsikan oleh berbagai kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan persepsi masyarakat Jepang dan wisatawan Indonesia terhadap nilai budaya dan simbolik dari festival Ohanami. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yaitu pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert (1932) yang kemudian diperdalam dengan pertanyaan terbuka untuk memperoleh wawasan yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jepang cenderung memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap aspek simbolik dan emosional Ohanami, seperti nilai kebersamaan, kesadaran akan kefanaan hidup (mono no aware), serta kedekatan dengan alam. Sebaliknya, wisatawan Indonesia lebih menekankan pada aspek visual dan estetika, namun tetap menunjukkan apresiasi terhadap warisan budaya Jepang. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran lintas budaya dalam menginterpretasikan tradisi lokal secara autentik, serta memberikan implikasi terhadap pengembangan pariwisata budaya yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Bahasa Asing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
